Cinta Adalah Keseimbangan

Posted in Samudera Biru with tags , on April 7, 2008 by boday


Cinta, kasih sayang dan ikhlas adalah sebuah keseimbangan…
alam semesta yang begitu indah selalu memperlihatkan cinta,kasih sayang dan ikhlasnya.. namun sering kali mata kita tertutup karena sebuah emosi sesaat dan nafsu keserakahan..

Sinergi = balance X harmony

Posted in EsDeEm on November 21, 2007 by boday

“Synergy (from the Greek synergos, συνεργός meaning working together, circa 1660) refers to the phenomenon in which two or more discrete influences or agents acting together create an effect greater than that predicted by knowing only the separate effects of the individual agents (diquote dari http://en.wikipedia.org/wiki/Synergy)

Sinergi, ya sebuah kata yang sering digaung-gaungkan, bahwa dengan bersynergi 1+1 bisa sama dengan 100 tanpa synergi maka 1+1=2. Variable apa saja yang bisa membuat “sistem synergi” bisa berjalan ?, kenapa saya sebut system karena di dalam sinergi itu sendiri ada beberapa hal yang saling terkait dan diperlukan sebuah mekanisme yang bisa membuat itu bisa bergerak.

Kalau bersinergi berarti ada sebuah mekanisme hubungan antar subyek yang lebih jumlahnya lebih dari 2 subyek yang saling mempengaruhi, sinergi tidak harus selalu hubungan manusia dengan manusia karena manusia dengan alam juga bisa bersinergi.

Sinergi adalah suatu bentuk/citra dari sebuah proses atau interaksi yang menghasilkan sesuatu
yang balance harmony sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang optimum. Menurut saya:

Sinergi=balance X harmony = Individual balance X harmony interaction = balance harmony

Sinergi bisa “tercipta” apabila didalamnya terdiri dari individu-individu atau community-community yang dalam kondisi balance. Balance yang berarti seimbang, dalam kondisi balance maka secara psikologis akan timbul kondisi “nyaman” *bukan keenakan/comfort zone*, yaitu sebuah kondisi yang tidak ada pertentangan internal, baik itu pertentangan internal individu (pertentangan dalam diri) maupun pertentangan antar individu dalam community. Ketika tidak ada pertentangan maka energi psikis akan lebih powerfull. Kalau digali lebih dalam agar tidak terjadi pertentangan dalam diri maka diperlukan “deal” dengan diri sendiri , sebuah deal yang tidak karena terpaksa atau dipaksakan tapi sebuah deal yang didasari oleh kesadaran penuh dan diterima dengan penuh sepenuh hati*ikhlas*

Kondisi psikologis yang nyaman akan menghasilkan suatu proses berpikir yang creative, imajinasi atau tindakan yang optimum karena tidak dihambat oleh variable “pertentangan/bertentangan” dalam diri. Contoh situasi konkritnya adalah kita tidak bisa bekerja dengan tenang di kantor ketika kita tahu anak dan istri kita sedang sakit dirumah, akan timbul sebuah pertentangan, ingin bekerja tapi tidak tega meninggalkan anak istri, tapi kalau tidak bekerja ada deadline yang harus diberesin. Situasi ini akan beda ketika anak istri kita sehat walafiat dirumah mengantar kita sampai depan pintu ketika berangkat kerja dan mendengar sejumput doa penuh ikhlas yang terucap dari mereka doa untuk kesusksesan kita.

Kondisi balance harus didasari kondisi psikologis tanpa pertentangan.

The term harmony originates in the Greek harmonía, meaning “joint, agreement, concord”. In Ancient Greek music, the term was used to define the combination of contrasted elements: a higher and lower note
(http://en.wikipedia.org/wiki/Harmony)

Harmony adalah interaksi penyesuaian yang menyambungkan kondisi yang secara individu terlihat kontras (uniq, tidak seragam).

Kondisi Balance Harmony adalah kondisi System yang bisa menonjolkan elemen-elemen yang berinteraksi adalah elemen-elemen yang muncul apa adanya yaitu sebagai elemen yang uniq, elemen yang menempati titik koordinat masing-masing yang menjalankan fungsinya secara proporsional.

Menemukan atau menentukan element pada titik koordinat yang tepat tentu sebuah tantangan tersendiri. Sampai sejauh yang saya yakini sampai saat ini bahwa setiap element baik itu benda mati atau mahluk hidup mempunyai keuniqan sendiri, ya “sesuatu yang beda” yang tidak dimiliki oleh yang lain, ke uniqan itulah kelebihan, ke uniqan bisa tercitra sebagai jati diri. Ketika “sesuatu yang beda” itu terlihat dan bekerja pada koordinatnya maka tiada yang bisa menandingi karena tidak ada elemen lain yang “menyamainya”, impactnya adalah hasil menjadi optimum..

Ban hanya akan menjadi ban ketika berdiri secara individu, rantai hanya akan menjadi untaian besi yang bersambung menjadi kalung besi, carburator hanya akan terdiam seribu basa tanpa busi dan bensin, baut mur hanya akan menggelinding kesana kemari jadi mainan anak-anak ketika dia kesepian tanpa teman.

Namun sungguh luar biasa ketika masing-masing elemen tersebut bersatu dalam sebuah sistem, duduk pada koordinatnya masing-masing menjalankan fungsinya masing-masing maka akan menjadi sebuah benda/sistem baru yang bernama “sepeda motor”. Ketika tiap-tiap element tersebut bernaung bersama dalam sebuah sistem yang namanya sepeda motor maka Baut mur tidak bisa menggantikan Ban, carburator juga tidak bisa cemburu pada bensin, busi tidak bisa iri kepada rantai… ya semuanya berjalan pada koordinatnya masing-masing dan bekerja secara proporsional… hasilnya sebuah sinergi…

Rantai yang kalau berdiri sendiri tidak bisa memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain, namun ketika berinteraksi dan menyatu dalam sebuah sepeda motor maka rantai tidak bisa diremehkan fungsinya agar motor bisa memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lainnya…

Ban kalau menggelinding sendiri mungkin hanya bisa lari dengan kecepatan 5 Km/Jam namun ketika berinteraksi dengan rantai, carburator, bensin, busi, setir,velg secara proporsional bisa lari dengan kecepatan 100 Km/Jam..

Jadi sinergi memang bisa membuat 1 + 1 = 100

Kenapa harus proporsional ? karena sesuatu yang tidak sesuai dengan proporsinya biasanya menimbulkan dampak yang kurang baik

Sinergi = Balance X Harmony = Tanpa Pertentangan X Berfungsi pada koordinatnya(uniq) X Proporsional


Tambahan diskusi dengan Teman 

Synergi = Balance X Harmony ===> Synergi = f{balance,harmony}
Synergi merupakan sebuah fungsi yang di dalamnya terdiri dari variable dan konstanta yang dapat dikembangkan dalam beberapa dimensi sehingga yang disebut synergi selalu menjadi tidak terbatas (dalam nilai mutlaknya)

Balance = f{individu1, individu2, …..},

dimana nilai positif akan diperoleh apabila perbedaan sudutnya < 90 derajat

Harmony = f{individu1, individu2, ….}

Tetapi jangan lupa manusia selalu saja membuat pembatas atas kemampuan dirinya sehingga hasil sebuah synergi juga sering tidak sesuai dengan nilai yang seharusnya. Seperti juga sebuah fungsi manusia pada saat ia diciptakan oleh Sang Pencipta.


Nilai manusia = F[{ibadah wajib(horizontal,vertikal),ibadah sunah(horizontal,vertikal), konstanta}]

Konstanta = sebagian kekuatan Pencipta yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia
Selama hanya menggunakan variable terbatas, maka hasilnya juga terbatas.

Sejumput Doa

Posted in Samudera Biru on November 21, 2007 by boday

Tetapkan spirit-Mu itu tanpa batas kepadaku..
Pelukkan rasa ikhlas-MU itu kepadaku tanpa syarat..
aku tak mampu untuk membuat ikhlas ataupun menguatkan spirit atas diriku karena semua itu adalah milik-Mu..
Segala daya upaya adalah milikmu..
Ku hanya belajar menjalani dan berusaha selanjutanya adalah milik-Mu..

Rengkuhan ikhlas-MU yang khan membawaku menuju tanpa batas..
Tegur sapa sayangMu khan membuatku semakin memahami akan cintaMU..
Keajaiban-keajaiban kecil yang tunjukkan padaku membuatku semakin menyayangiMu..
Tenangkanlah jiwaku dalam rengkuhan Ikhlas dan sayangMu tanpa jeda dan batas fatamorgana

Generasi itu

Posted in Sosialita on November 8, 2007 by boday

Kulihat generasi itu bersimbah keringat di pinggiran jalan, dengan mata yang selalu berharap, tangan yang tak lepas dari alat “kencrengan” bernyanyi tak peduli fals atau tidak, tak peduli yang mendengarkan suka atau tidak.. karena harapan mereka yang begitu besar tidak mempedulikan itu semua. Hanya harapan yang menguatkan mereka untuk tetap menjalini hidup…

Aku tidak tahu apakah mereka masih sanggup untuk membuat mimpi-mimpi..
Gambaran mimpi yang murah meriah diobral dilayar telivisi, mimpi-mimpi dari gaungan hedonisme, gaulisme yang tak peduli akhirnya ditelan mentah-mentah oleh generasi itu tanpa melihat pijakan kakinya…

Generasi itu telah dibuai mimpi-mimpi instan yang meracuni mereka setiap hari, tayangan mimpi yang tidak dibarengi penunjukan jalannya.. akhirnya membuat tunas-tunas muda itu hanya menerima..menerima..menerima.. dan tak sempat berpikir. Ya, generasi itu telah menjadi robot-robot yang diisi dengan mimpi-mimpi instan…

Menjaga Orientasi

Posted in EsDeEm on November 6, 2007 by boday

Menjaga memang tidak lebih ringan dari pada membentuk ataupun membangun. Sebuah Orientasi kesadaran (VISI) yang berprosesi (berevolusi) menjadi sebuah keyakinan memerlukan proses pengujian berupa noise. Noise bisa menjadi faktor penguat keyakinan apabila kita tetap bisa berpegang kuat pada orientasi kesadaran yang telah kita dapat, namu noise juga bisa destructive terhadap keyakinan kita apa kita tidak bisa kukuh kuat memegang orientasi.

Noise sering kali muncul dari faktor eksternal dari diri kita, namun apabila kita telaah dan renungkan lebih jauh triger noise dari luar sering kali tidak begitu kuat namun impactnya kadang terasa begitu menggoyahkan kita. Menurut saya disinilah sebenarnya titik yang bisa kita jadikan parameter seberapa kuat sebenarnya kita menjaga orientasi dan kekuatan keyakinan kita. Apabila noise tersebut menggoyahkan orientasi kita mungkin perlu direview ulang level keyakinan kita.

Keyakinan tidak dapat terpisahkan dari pengalaman dan *menurut saya* kepasrahan akan kekuasaan absolut Tuhan…

Sistem dan Kebebasan Berpikir

Posted in Samudera Biru on March 16, 2007 by boday

Kita diberi hidup hanya sekali, waktu yang selalu menemani kita tidak bisa berjalan mundur, alam semesta begitu luas langit bumi beserta isi didalamnya, namun mari kita pertanyakan pada diri kita sendiri.. dari sekian luas arena semesta yang diberikan ke kita dengan waktu yang begitu terbatas yang kesempatannya diberikan ke kita, seberapa banyak yang telah kita nikmati ?

Dunia ini begitu luas, begitu banyak yang “seharusnya” bisa kita perbuat,namun mari kita pertanyakan kembali, sudah berapa banyak yang telah kita perbuat?

Sering kita tidak bisa berbuat banyak dari yang “seharusnya” hanya karena kita terbatasi oleh sistem, hanya karena kita merasa tidak berani keluar dari sistem sehingga kita lebih merasa nyaman mengikuti sistem yang telah ada karena sistem yang telah ada itu di amini oleh lingkungan kita sebagai kesepakatan bersama meskipun kita merasa sistem itu telah membelenggu kita. Pertanyaannya, apakah sistem yang kita jalani ini benar-benar kita sadari sudah match dengan yang ada dalam diri kita? atau kita memang “terpaksa” berkompromi dengan diri untuk tetap mengikuti jalan dan sistem yang ada karena kita tidak berdaya untuk membuat sistem sendiri?

Merasa tidak berdaya menurutku itu masih bisa ditolerir tapi yang kritis apabila kita tidak mau merubah atau membuat sistem yang sesuai dengan kita karena kita “tidak mau”!!!

Ketika kita terlarut dalam sistem yang telah terbentuk cenderung kita akan mengikuti dan akan terjadi pergulatan dalam batin kita apakah kita cocok dengan sistem yang ada apa tidak. Ketika kita bisa berkompromi itu tidak akan menjadi soal, walaupun level kompromi kadang ada batasnya.

Hal yang menurutku penting adalah tidak soal apakah kita mengikuti sistem yang ada, berkompromi ataupun terpaksa mengikuti sistem yang ada selama “PIKIRAN KITA MASIH BISA BERPIKIR MERDEKA”.

Jangan sampai sistem yang ada dilingkungan kita mengkebiri pikiran kita, karena pikiran, proses berpikir,output ataupun outcome dari pikiran kita adalah hal esensi yang kita punyai sebagai manusia.

Keraguan dan Nyali

Posted in Samudera Biru on February 19, 2007 by boday

Ketika lingkungan kita sudah memberikan “sign yes” dengan apa yang akan kita tempuh ternyata itu tidak cukup, karena sering kali keraguan itu menjadi acesoris soulmate dari yang namanya sebuah keputusan, keraguan akan terus mendampingi dan satu hal yang bisa memeluk keraguan itu untuk diyakinkan yaitu sebuah keyakinan dan nyali.

Berhargakah sehirup nafas kita?

Posted in Samudera Biru on December 5, 2006 by boday

Sekali-kali mari kita coba untuk “mencelupkan” kepala dan tubuh kita kita kedalam air biarkanlah sejenak bagaimana reaksi tubuh kita ketika tidak bisa bisa menghirup udara yang gratis, biarkanlah sejenak pikiran kita bereaksi ketika kita tidak bisa menghirup udara, apa yang akan kita rasakan ?

Tubuh akan bereaksi, pikiran akan bereaksi ada rasa panik, ada rasa penat, ada rasa takut, ada rasa “butuh nafas”, ya… tubuh dan pikiran kita berontak untuk minta menghirup nafas barang sehela.

Nafas yang selama ini setiap waktu kita lakukan yang sering tanpa kita sadari, suatu “fasilitas” yang kita nikmati setiap waktu namun sering tanpa kita sadari begitu perlunya dan butuhnya kita akan nafas..

Sering kita mengeluh dengan beban-beban kita yang terus menerpa dalam kehidupan kita sehari-hari… pertanyaannya lebih berat manakah beban yang kita hadapi saat ini dibanding “rasa berat (baca:beban)” ketika kita tenggelam dalam air dan butuh menghirup udara dan bernafas…??

Namun, kita masih dikasih udara “gratis” untuk kita hirup setiap saat, suatu kebutuhan “solusi beban” yang diberikan cuma-cuma dan kita nikmati setiap saat namun tanpa kita menyadarinya..

Tidak bersyukurkah kita dengan sehela nafas yang mengalir dalam tubuh kita dengan “gratis” setiap saat ?

Tidak adakah alternatif respon lain selain mencela dan mengeluh ?

Posted in Sosialita on November 8, 2006 by boday

Bagaimana respon kita terhadap situasi atau kondisi itu terserah kita mau memilih merespon seperti apa,
bisa merespon mencela, bisa merespon menggerutu, bisa merespon mengeluh atau mensikapi dengan positif thinking dan bersikap positif.

Kalau memang kondisi bangsa ini sekarang sudah dalam keadaan terpuruk, kalau kita menganggap para pemimpin kita sudah disorientasi, kalau opini publik bilang bahwa para pemimpin kita adalah oportunis, dan para pemimpin negara ini dianggap sontoloyo, SO WHAT…???

Apakah kondisi tersebut bisa menjadi lebih baik dengan kita menyikapinya dengan “, mencela, mencaci, menggerutu”, menurutku bila kita mensikapinya negatif, mencela,mencaci,menggerutu maka akan semakin memperburuk keadaan, bahkan tanpa kita sadar kita menumbuh suburkan situasi yang katanya “sontoloyo” itu, respon cacian kita semakin memperburuk keadaan.

Bangsa ini memang sedang terpuruk dan akan lebih terpuruk lagi kalau semua orang di negeri ini menjadi pesimis dengan bangsanya dan hanya bisa mencela dan menggerutu sampai tidak tahu apa yang bisa dilakukan, maka bangsa ini akan pelan-pelan tenggelam dengan sendirinya.

Bangsa ini akan semakin kurus kering dan menderita bila kita mencelanya, yang dibutuhkan bangsa ini adalah sikap optimisme, sikap semangat membentuk peradaban baru, sikap positif mindset dan implementatifnya, sikap mau menjalankan comitmentnya, sikap mau memperbaiki system, sikap mau sharing, sikap integritas. Pertanyaannya dari mana kita mulai? pola alam mengajarkan mulailah dari yang kecil, dari diri sendiri dan lingkungan terdekat

salam
budi

Bismillahirohmanirrohim, simple ?

Posted in Samudera Biru on October 3, 2006 by boday

Bismillahirrohmanirrohim, Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

Setiap dalam kita mau mengawali aktivitas kita disarankan untuk membaca,menyebut “Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”, suatu kalimat yang terlihat simple tapi kalau kita amati lebih dalam kalimat itu bukan kalimat yang terlihat simple tapi kalimat yang sangat luar biasa, karena kita diperbolehkan bahkan disarankan dalam melakukan sesuatu kita menggunakan/atas nama Allah penguasa Alam.

Bagaimana kalau kita diberi suatu memo oleh seorang presiden yang didalamnya berisi bahwa kita boleh melakukan apa saja atas nama Presiden. Betapa besar “power” yang akan kita dapat dari surat memo presiden tersebut.

Bagaimana kalau kita diberi “memo” dengan menggunakan atas Nama Allah sang penguasa alam semesta, berapa besar “power” yang akan kita dapat?