Archive for the EsDeEm Category

Sinergi = balance X harmony

Posted in EsDeEm on November 21, 2007 by boday

“Synergy (from the Greek synergos, συνεργός meaning working together, circa 1660) refers to the phenomenon in which two or more discrete influences or agents acting together create an effect greater than that predicted by knowing only the separate effects of the individual agents (diquote dari http://en.wikipedia.org/wiki/Synergy)

Sinergi, ya sebuah kata yang sering digaung-gaungkan, bahwa dengan bersynergi 1+1 bisa sama dengan 100 tanpa synergi maka 1+1=2. Variable apa saja yang bisa membuat “sistem synergi” bisa berjalan ?, kenapa saya sebut system karena di dalam sinergi itu sendiri ada beberapa hal yang saling terkait dan diperlukan sebuah mekanisme yang bisa membuat itu bisa bergerak.

Kalau bersinergi berarti ada sebuah mekanisme hubungan antar subyek yang lebih jumlahnya lebih dari 2 subyek yang saling mempengaruhi, sinergi tidak harus selalu hubungan manusia dengan manusia karena manusia dengan alam juga bisa bersinergi.

Sinergi adalah suatu bentuk/citra dari sebuah proses atau interaksi yang menghasilkan sesuatu
yang balance harmony sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang optimum. Menurut saya:

Sinergi=balance X harmony = Individual balance X harmony interaction = balance harmony

Sinergi bisa “tercipta” apabila didalamnya terdiri dari individu-individu atau community-community yang dalam kondisi balance. Balance yang berarti seimbang, dalam kondisi balance maka secara psikologis akan timbul kondisi “nyaman” *bukan keenakan/comfort zone*, yaitu sebuah kondisi yang tidak ada pertentangan internal, baik itu pertentangan internal individu (pertentangan dalam diri) maupun pertentangan antar individu dalam community. Ketika tidak ada pertentangan maka energi psikis akan lebih powerfull. Kalau digali lebih dalam agar tidak terjadi pertentangan dalam diri maka diperlukan “deal” dengan diri sendiri , sebuah deal yang tidak karena terpaksa atau dipaksakan tapi sebuah deal yang didasari oleh kesadaran penuh dan diterima dengan penuh sepenuh hati*ikhlas*

Kondisi psikologis yang nyaman akan menghasilkan suatu proses berpikir yang creative, imajinasi atau tindakan yang optimum karena tidak dihambat oleh variable “pertentangan/bertentangan” dalam diri. Contoh situasi konkritnya adalah kita tidak bisa bekerja dengan tenang di kantor ketika kita tahu anak dan istri kita sedang sakit dirumah, akan timbul sebuah pertentangan, ingin bekerja tapi tidak tega meninggalkan anak istri, tapi kalau tidak bekerja ada deadline yang harus diberesin. Situasi ini akan beda ketika anak istri kita sehat walafiat dirumah mengantar kita sampai depan pintu ketika berangkat kerja dan mendengar sejumput doa penuh ikhlas yang terucap dari mereka doa untuk kesusksesan kita.

Kondisi balance harus didasari kondisi psikologis tanpa pertentangan.

The term harmony originates in the Greek harmonía, meaning “joint, agreement, concord”. In Ancient Greek music, the term was used to define the combination of contrasted elements: a higher and lower note
(http://en.wikipedia.org/wiki/Harmony)

Harmony adalah interaksi penyesuaian yang menyambungkan kondisi yang secara individu terlihat kontras (uniq, tidak seragam).

Kondisi Balance Harmony adalah kondisi System yang bisa menonjolkan elemen-elemen yang berinteraksi adalah elemen-elemen yang muncul apa adanya yaitu sebagai elemen yang uniq, elemen yang menempati titik koordinat masing-masing yang menjalankan fungsinya secara proporsional.

Menemukan atau menentukan element pada titik koordinat yang tepat tentu sebuah tantangan tersendiri. Sampai sejauh yang saya yakini sampai saat ini bahwa setiap element baik itu benda mati atau mahluk hidup mempunyai keuniqan sendiri, ya “sesuatu yang beda” yang tidak dimiliki oleh yang lain, ke uniqan itulah kelebihan, ke uniqan bisa tercitra sebagai jati diri. Ketika “sesuatu yang beda” itu terlihat dan bekerja pada koordinatnya maka tiada yang bisa menandingi karena tidak ada elemen lain yang “menyamainya”, impactnya adalah hasil menjadi optimum..

Ban hanya akan menjadi ban ketika berdiri secara individu, rantai hanya akan menjadi untaian besi yang bersambung menjadi kalung besi, carburator hanya akan terdiam seribu basa tanpa busi dan bensin, baut mur hanya akan menggelinding kesana kemari jadi mainan anak-anak ketika dia kesepian tanpa teman.

Namun sungguh luar biasa ketika masing-masing elemen tersebut bersatu dalam sebuah sistem, duduk pada koordinatnya masing-masing menjalankan fungsinya masing-masing maka akan menjadi sebuah benda/sistem baru yang bernama “sepeda motor”. Ketika tiap-tiap element tersebut bernaung bersama dalam sebuah sistem yang namanya sepeda motor maka Baut mur tidak bisa menggantikan Ban, carburator juga tidak bisa cemburu pada bensin, busi tidak bisa iri kepada rantai… ya semuanya berjalan pada koordinatnya masing-masing dan bekerja secara proporsional… hasilnya sebuah sinergi…

Rantai yang kalau berdiri sendiri tidak bisa memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain, namun ketika berinteraksi dan menyatu dalam sebuah sepeda motor maka rantai tidak bisa diremehkan fungsinya agar motor bisa memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lainnya…

Ban kalau menggelinding sendiri mungkin hanya bisa lari dengan kecepatan 5 Km/Jam namun ketika berinteraksi dengan rantai, carburator, bensin, busi, setir,velg secara proporsional bisa lari dengan kecepatan 100 Km/Jam..

Jadi sinergi memang bisa membuat 1 + 1 = 100

Kenapa harus proporsional ? karena sesuatu yang tidak sesuai dengan proporsinya biasanya menimbulkan dampak yang kurang baik

Sinergi = Balance X Harmony = Tanpa Pertentangan X Berfungsi pada koordinatnya(uniq) X Proporsional


Tambahan diskusi dengan Teman 

Synergi = Balance X Harmony ===> Synergi = f{balance,harmony}
Synergi merupakan sebuah fungsi yang di dalamnya terdiri dari variable dan konstanta yang dapat dikembangkan dalam beberapa dimensi sehingga yang disebut synergi selalu menjadi tidak terbatas (dalam nilai mutlaknya)

Balance = f{individu1, individu2, …..},

dimana nilai positif akan diperoleh apabila perbedaan sudutnya < 90 derajat

Harmony = f{individu1, individu2, ….}

Tetapi jangan lupa manusia selalu saja membuat pembatas atas kemampuan dirinya sehingga hasil sebuah synergi juga sering tidak sesuai dengan nilai yang seharusnya. Seperti juga sebuah fungsi manusia pada saat ia diciptakan oleh Sang Pencipta.


Nilai manusia = F[{ibadah wajib(horizontal,vertikal),ibadah sunah(horizontal,vertikal), konstanta}]

Konstanta = sebagian kekuatan Pencipta yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia
Selama hanya menggunakan variable terbatas, maka hasilnya juga terbatas.

Menjaga Orientasi

Posted in EsDeEm on November 6, 2007 by boday

Menjaga memang tidak lebih ringan dari pada membentuk ataupun membangun. Sebuah Orientasi kesadaran (VISI) yang berprosesi (berevolusi) menjadi sebuah keyakinan memerlukan proses pengujian berupa noise. Noise bisa menjadi faktor penguat keyakinan apabila kita tetap bisa berpegang kuat pada orientasi kesadaran yang telah kita dapat, namu noise juga bisa destructive terhadap keyakinan kita apa kita tidak bisa kukuh kuat memegang orientasi.

Noise sering kali muncul dari faktor eksternal dari diri kita, namun apabila kita telaah dan renungkan lebih jauh triger noise dari luar sering kali tidak begitu kuat namun impactnya kadang terasa begitu menggoyahkan kita. Menurut saya disinilah sebenarnya titik yang bisa kita jadikan parameter seberapa kuat sebenarnya kita menjaga orientasi dan kekuatan keyakinan kita. Apabila noise tersebut menggoyahkan orientasi kita mungkin perlu direview ulang level keyakinan kita.

Keyakinan tidak dapat terpisahkan dari pengalaman dan *menurut saya* kepasrahan akan kekuasaan absolut Tuhan…

Krisis mental keberanian

Posted in EsDeEm on March 7, 2006 by boday

Banyak sekali buku-buku tentang keberanian yang beredar di toko-toko buku, di lapak-lapak jalan, di bis-bis kota dan banyak lagi tempat lain yang. Berani berpikir besar.. Berani kalah untuk menang.. dan tema-tema berani lainnya tapi saya belum pernah mendapatkan referensi tentang “BELAJAR BERANI”.

Apakah berani itu bisa dipelajari, bagaimana berani itu bisa dipelajari?
Apakah berani itu memerlukan syarat,kalau memang memerlukan syarat apa syaratnya?
Kalau tidak perlu syarat kenapa tidak perlu?

Menurut saya berani adalah suatu karakter yang uniq…karena berani memerlukan lintas dimensi psikologis..

Saya coba bertanya ke beberapa orang yang dalam kacamata umum dilihat sebagai orang sukses, “apa syaratnya kalau mau sukses?” jawabnya “nekad”…. hemm.. kata yang simple sering kita dengar tapi tidak mudah mengabstarksikannya, akan dimengerti kalau kita mengalaminya.

Nekad menurut saya ada 2 macam, pertama karena tidak tahu harus berbuat apa *blank* akhirnya melakukan perbuatan keberanian yang tanpa perhitunga (nekad sembrono), yang kedua nekad tapi punya dasar apa yang harus dilakukan dan mengapa melakukan itu (ada faktor perhitungan) keyakinan masuk dalam parameter yang diperhitungkan.

Ke-nekadan yang mempunyai dasar keyakinan berarti ke-nekadan yang masih punya arah dan rambu-rambu, tapi ke-nekadan yang tidak berdasar ibarat masuk area gelap tanpa rambu dan acuan arah.

parameter nekad ini digunakan biasanya karena memasuki area yang unpredictable yang serba tidak jelas, nah di area yang unpredictable ini kita butuh rambu-rambu acuan sebagai guidance salah satunya KEYAKINAN.

Tentu kalau kita ditanya pilih mana nekad yang punya dasar keyakinan atau nekad tanpa dasar kita akan memilih nekad yang punya dasar keyakinan.

Jadi sebelum masuk ke area ke nekadan, kita harus mempersiapkan area keyakinan kita, pertanyaannya sudah yakinkah keyakinan kita….. ?

Hukum alam pasti berlaku, Usaha = Hasil

Posted in EsDeEm on January 6, 2006 by boday

Benarkan usaha yang pernah kita lakukan itu ada yang sia-sia, tidak berguna, tanpa hasil ?
Sering kali kita ragu, gak yakin dengan hasil apa yang kita lakukan, keraguan adalah bentuk ketidak percayaan pada diri sendiri, tidak percaya akan usaha yang dilakukan oleh kita sendiri. Kalau kita tidak bisa percaya pada diri sendiri bagaimana kita bisa berusaha maksimal, kalau kita tidak bisa berusaha maksimal bagaimana kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam ilmu fisika ada yang namanya rumus momentum :

m1*v1=m2*v2

m=massa
v=kecepatan

rumus itu menurut saya berlaku juga dengan usaha versus hasil:

usaha1*usaha2 = hasil1 atau
usaha1*usahaA = hasil1*hasilB*hasilZ…~

kalau mereferensi pada rumus momentum setiap usaha tentu selalu ada hasilnya, tapi masalahnya apakah hasil itu selalu dengan “bentuk” yang kita harapkan? nah ini kadang sering jadi teka-teki, seringkali apa yang hasil usaha yang kita lakukan tidak sesuai dengan yang kita “angankan/harapkan”.

“bentuk” yang saya maksud bisa berupa wujud, angka, waktu dsb, bisa jadi usaha yang kita lakukan sekarang hasilnya 2 tahun mendatang, bisa jadi kita sekarang berusaha menggeluti usaha dibidang properti tapi ternyata dapat rejeki malah pada saat jualan bakso.

Setiap hasil yang kita nikmati saat ini tidak lepas dari setiap usaha kita dimasa lalu, artinya kalau kita ingin hasil yang “baik” dimasa mendatang, maka kita harus berusaha “baik” mulai saat ini.
Benih-benih usaha kita saat ini suatu saat akan menjelma menjadi “hasil”.

Kalau kita yakin bahwa setiap usaha yang kita lakukan pasti ada hasilnya maka kita tidak akan pernah untuk berhenti ber-usaha karena kita sudah yakin bahwa setiap usaha tidak ada yang sia-sia, tak akan ragu bahwa suatu saat kita akan menikmati hasilnya.

Tiada kekuatan se-dasyat yang namanya “keyakinan”, sebuah keyakinan bisa merubah sesuatu yang dianggap mustahil menjadi mungkin. Bagaimana cara menumbuhkan keyakinan? jawabannya adalah percaya pada diri sendiri, beri kepercayaan pada diri dan pelajari pola alam, hukum alam jadikan itu pegangan. Setelah kita memahami dan mengalami apa itu percaya pada diri sendiri, bagaimana itu hukum alam bagaimana itu pola alam maka insyaAllah akan tumbuh yang namanya keyakinan..
contohnya, kita bekerja menjadi karyawan setiap tanggal 27 akhir bulan kita dapat gaji, kondisi perusahaan bagus, maka setiap bulan kita sudah tidak berpikir jauh menganalisa kita sudah yakin dengan sendirinya bahwa bulan depan diakhir bulan kita dapat gaji

namun ada kalanya yakin itu tanpa syarat….!!!

salam
budi