Dimanakah batas alam semesta ?

Posted in Samudera Biru on July 13, 2006 by boday

Dimanakah batas alam semesta ? Mampukah kita menjelajahinya ?

Alam pikiran kita sering kali menjelajah alam semesta untuk “mengkristalkan” alam ide menjadi realitas yang bisa dinikmati fisik. Adanya HP, Komputer, Jembatan, Bangunan, Pesawat dan yang lain-lainnya adalah hasil kreasi dari otak manusia yang “berani berpikir” dan menjelajah tantangan masa depan dan impian berkreasi menjawab tantangan dan menguak “misteri” yang kadang dianggap tabu oleh sebagian orang yang bahkan orang biasa pun tak “berani berpikir” untuk memikirkannya.

Nabi Muhammad, ngapain repot-repot merubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat beradap?
New Isaac Newton, ngapain repot-repot mikirin “kenapa buah apel selalu jatuh ke bawah?”
Albert Einstein, ngapain repot-repot mikirin alam relativitas ?
Steven Hawkins, ngapain repot-repot mikirin tentang hubungan masa waktu dan blackhole ?

Idealiskah ? mencari popularitaskah ? hanya untuk mencari makankah ?
Apapun alasannya menurut saya tidak ada yang salah, namun satu hal yang bisa dipetik dari tokoh-tokoh tersebut, mereka membuktikan bahwa “manusia diberi kemampuan” untuk menguak misteri alam semesta, manusia diberi kebebasan untuk menjelajah alam pikirannya bahkan “meminiaturkan” sebagian rahasia alam semesta menjadi sebaris rumus.

Tapi sadar diberi kemampuan itupun tidak cukup, perlu adanya keberanian untuk membuktikan “kemampuan” tersebut.

Dimanakah batas alam semesta ?
Jawabannya menurut saya adalah Sejauh mana kita mau dan berani menjelajah alam pikiran kita.


salam
budi



We Know God when we know something we don’t know

Posted in Samudera Biru on June 23, 2006 by boday

Kemarin saya ngobrol sama teman ada pernyataan yang cukup menarik..

We know God when we know something we don’t know..

Sering kali kita mengingat Tuhan ketika kita memasuki area dimana area kita tidak tahu.

Dalam pemahaman saya ada beberapa klasifikasi dalam pemahaman tahu dan tidak tahu:
1. Kita Tidak Tahu apa yang kita tahu
2. Kita tidak tahu apa yang kita tidak tahu
3. Kita tahu apa yang kita tahu
4. Kita tahu apa yang kita tidak tahu
5. Kita tidak tahu apa-apa (we don’t know anything)

sejauh sampai saat ini klasifikasi ke 5 ini menurut saya the top of the level, ketika merasakan bersentuhan dengan area kebesaran dan kekuasahaan tuhan maka akan timbul rasa kita tidak tahu apa-apa

We don’t know anything adalah pemahaman puncak tentang tahu dan tidak tahu..
Dua kalimat ini kalau disambungkan membuat ada benang merah yang menarik..

We know God when we know something we don’t know..
We don’t know anything

Benang merahnya adalah

Feel We don’t know anything so we will know God anytime..

Chalangenya adalah bagaimana kita menjaga rasa tidak tahu apa-apa itu ?


salam
budi





Posted in Samudera Biru on June 21, 2006 by boday

Hewan perlu berkembang biak… manusia juga
Hewan perlu makan….. manusia juga
Induk (orang tua) hewan mencarikan makan untuk anaknya…. manusia juga
Induk (orang tua) mengajari anaknya berburu (mencari makan)… manusia juga

lalu dimanakah beda manusia (kita) dengan hewan ?

Krisis mental keberanian

Posted in EsDeEm on March 7, 2006 by boday

Banyak sekali buku-buku tentang keberanian yang beredar di toko-toko buku, di lapak-lapak jalan, di bis-bis kota dan banyak lagi tempat lain yang. Berani berpikir besar.. Berani kalah untuk menang.. dan tema-tema berani lainnya tapi saya belum pernah mendapatkan referensi tentang “BELAJAR BERANI”.

Apakah berani itu bisa dipelajari, bagaimana berani itu bisa dipelajari?
Apakah berani itu memerlukan syarat,kalau memang memerlukan syarat apa syaratnya?
Kalau tidak perlu syarat kenapa tidak perlu?

Menurut saya berani adalah suatu karakter yang uniq…karena berani memerlukan lintas dimensi psikologis..

Saya coba bertanya ke beberapa orang yang dalam kacamata umum dilihat sebagai orang sukses, “apa syaratnya kalau mau sukses?” jawabnya “nekad”…. hemm.. kata yang simple sering kita dengar tapi tidak mudah mengabstarksikannya, akan dimengerti kalau kita mengalaminya.

Nekad menurut saya ada 2 macam, pertama karena tidak tahu harus berbuat apa *blank* akhirnya melakukan perbuatan keberanian yang tanpa perhitunga (nekad sembrono), yang kedua nekad tapi punya dasar apa yang harus dilakukan dan mengapa melakukan itu (ada faktor perhitungan) keyakinan masuk dalam parameter yang diperhitungkan.

Ke-nekadan yang mempunyai dasar keyakinan berarti ke-nekadan yang masih punya arah dan rambu-rambu, tapi ke-nekadan yang tidak berdasar ibarat masuk area gelap tanpa rambu dan acuan arah.

parameter nekad ini digunakan biasanya karena memasuki area yang unpredictable yang serba tidak jelas, nah di area yang unpredictable ini kita butuh rambu-rambu acuan sebagai guidance salah satunya KEYAKINAN.

Tentu kalau kita ditanya pilih mana nekad yang punya dasar keyakinan atau nekad tanpa dasar kita akan memilih nekad yang punya dasar keyakinan.

Jadi sebelum masuk ke area ke nekadan, kita harus mempersiapkan area keyakinan kita, pertanyaannya sudah yakinkah keyakinan kita….. ?

Kesombongan, iri dengki tumbuh dengan cerdas dalam lubuk kita

Posted in Samudera Biru on February 28, 2006 by boday

Kesombongan, iri dan dengki adalah teman akrab yang bisa tumbuh berkembang dengan cerdas dalam lubuk hati kita. Cerdas untuk membuat sebuah pembenaran bahwa iri dan dengki itu benar, kesombongan yang muncul karena butuh perhatian akan eksistensi diri. Sering kali sombong ini begitu halus dalam benak kita merubah wujuda dalam bentuk pengakuan eksistensi. Iri dan dengki bisa berkembang sangat cepat apabila kita kasih ruang sedikit saja, iri dan dengki bisa menguasai akal sehat kita, dia bisa membunuh kita pelan-pelan tenggelam dalam ketidak eksisan. Iri dan dengki biasanya muncul karena merasa ada ancaman akan eksistensi diri, takut terkalahkan, takut tersaingi, takut disamai.

Kesombongan,iri dan dengki berbahan bakar kesakit hatian dan berbuahkan kebencian yang ujungnya hanya ingin memuaskan nafsu “rasa ingin eksis” yang fana. Kesombongan, iri dan dengki tidak pernah ada ujung puasnya karena dia terlalu kreatif untuk selalu membuat ujung menjadi pangkal yang lain.

Kenapa kita ketakutan akan eksistensi harus terekspresikan dalam bentuk iri dan dengki ? bukankah kita sudah lahir didunia ini sudah menunjukkan eksistensi kita ? Kalau memang kita ingin eksis pada porsi eksistensi di koordinat lain mari kita belajar pada orang yang sudah pada koordinat eksistensi yang kita inginkan.

Mengapa kita takut “dianggap” miskin atau “dianggap” bodoh, mengapa kita harus merasa hina kalau dianggap miskin atau dianggap bodoh. Kalaupun kita memang miskin atau bodoh mari kita terima itu dengan iklas dan kalau memang kita tidak ingin miskin atau bodoh mari kita belajar pada orang yang kaya atau orang yang pintar. Kalau kita merasa kurang bijak mari kita belajar pada orang yang bijak.

Menerima secara terbuka untuk jujur pada diri sendiri memang tidak mudah tapi bukan hal yang mustahil, kejujuran pada diri sendiri akan membuat kita akrab dengan diri kita sendiri kita akan lebih mesra dengan diri kita.

Jujur pada diri sendiri akan membuat rasa sombong, iri dan dengki menjadi terkendali….

Hukum alam pasti berlaku, Usaha = Hasil

Posted in EsDeEm on January 6, 2006 by boday

Benarkan usaha yang pernah kita lakukan itu ada yang sia-sia, tidak berguna, tanpa hasil ?
Sering kali kita ragu, gak yakin dengan hasil apa yang kita lakukan, keraguan adalah bentuk ketidak percayaan pada diri sendiri, tidak percaya akan usaha yang dilakukan oleh kita sendiri. Kalau kita tidak bisa percaya pada diri sendiri bagaimana kita bisa berusaha maksimal, kalau kita tidak bisa berusaha maksimal bagaimana kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam ilmu fisika ada yang namanya rumus momentum :

m1*v1=m2*v2

m=massa
v=kecepatan

rumus itu menurut saya berlaku juga dengan usaha versus hasil:

usaha1*usaha2 = hasil1 atau
usaha1*usahaA = hasil1*hasilB*hasilZ…~

kalau mereferensi pada rumus momentum setiap usaha tentu selalu ada hasilnya, tapi masalahnya apakah hasil itu selalu dengan “bentuk” yang kita harapkan? nah ini kadang sering jadi teka-teki, seringkali apa yang hasil usaha yang kita lakukan tidak sesuai dengan yang kita “angankan/harapkan”.

“bentuk” yang saya maksud bisa berupa wujud, angka, waktu dsb, bisa jadi usaha yang kita lakukan sekarang hasilnya 2 tahun mendatang, bisa jadi kita sekarang berusaha menggeluti usaha dibidang properti tapi ternyata dapat rejeki malah pada saat jualan bakso.

Setiap hasil yang kita nikmati saat ini tidak lepas dari setiap usaha kita dimasa lalu, artinya kalau kita ingin hasil yang “baik” dimasa mendatang, maka kita harus berusaha “baik” mulai saat ini.
Benih-benih usaha kita saat ini suatu saat akan menjelma menjadi “hasil”.

Kalau kita yakin bahwa setiap usaha yang kita lakukan pasti ada hasilnya maka kita tidak akan pernah untuk berhenti ber-usaha karena kita sudah yakin bahwa setiap usaha tidak ada yang sia-sia, tak akan ragu bahwa suatu saat kita akan menikmati hasilnya.

Tiada kekuatan se-dasyat yang namanya “keyakinan”, sebuah keyakinan bisa merubah sesuatu yang dianggap mustahil menjadi mungkin. Bagaimana cara menumbuhkan keyakinan? jawabannya adalah percaya pada diri sendiri, beri kepercayaan pada diri dan pelajari pola alam, hukum alam jadikan itu pegangan. Setelah kita memahami dan mengalami apa itu percaya pada diri sendiri, bagaimana itu hukum alam bagaimana itu pola alam maka insyaAllah akan tumbuh yang namanya keyakinan..
contohnya, kita bekerja menjadi karyawan setiap tanggal 27 akhir bulan kita dapat gaji, kondisi perusahaan bagus, maka setiap bulan kita sudah tidak berpikir jauh menganalisa kita sudah yakin dengan sendirinya bahwa bulan depan diakhir bulan kita dapat gaji

namun ada kalanya yakin itu tanpa syarat….!!!

salam
budi

Sebuah catatan tentang puasa…

Posted in Samudera Biru on October 11, 2005 by boday


Berbagai alasan seseorang untuk tidak makan, baik secara sengaja maupun tidak. Yang paling sering terjadi yaitu pada orang yang keasyikan mengerjakan pekerjaan yang menarik baginya, seperti hobi, game, dst. Ketika seorang anak menginginkan sesuatu, tapi tidak dipenuhi oleh orang tuanya, ia juga bisa mogok makan. Kemiripan perilaku ini juga bisa terjadi pada demonstran, mogok makan sampai tuntutannya terkabul. Seorang empu yang ingin membuat karyanya menjadi bertuah juga melakukan ritual puasa terlebih dulu, ini mengisyaratkan suatu karya yang dibuat dengan penuh kesungguhan. Seseorang yang sedang jatuh cinta, juga bisa kehilangan napsu makan, minum dan tidur. Dalam kasus lain, suatu sikap puasa juga terjadi pada seorang sniper, bukan hanya tidak makan dan tidak minum, tapi juga tidak menggerakkan badan, tidak batuk, dan fokus pada sasaran.
Di sini puasa menjadi suatu pilihan sikap alamiah yang ingin menunjukkan suatu kesungguhan dalam menginginkan sesuatu. wajar jika puasa diwajibkan pada kaum sebelum kita. Ada benang merah antara puasa islami dengan sikap mental puasa yang terjadi secara alamiah yaitu adanya ”konsistensi”. Namun kelengkapan yang terjadi pada puasa di bulan suci ini kandungan persyaratannya didefinisikan secara tegas supaya sikap mental ”konsisten”nya lebih mudah dicapai.

Hal-hal seperti berikut dapat menjadi catatan :
Relaksasi.
Puasa Merelaksasi organ-organ tubuh mulai dari pencernaan, pembuluh darah, sistem syaraf dan sebagainya. Sehingga terjadi peningkatan efisiensi, efektifitas, dan ketahanan tubuh.

Purifikasi.
Purifikasi yang paling klasik adalah antara diri dan nafsu, misalnya ” diri kita memerangi hawa nafsu”. Konsekuensinya harus ada kemampuan mengindentifikasi mana diri dan mana nafsu. Jika tidak jelas maka mustahil bila diri kita bisa memerangi hawa nafsu. Yang lebih mendasar justru mengindentifikasi antara lain :
- Diri vs Identitas
- Diri vs Pikiran
- Diri vs Keinginan
- Diri vs Perilaku

Filtrasi
Seandainya proses yang kedua bisa berjalan dengan baik, maka yang tersisa adalah diri kita yang memiliki kekuatan fokus pada tujuan hidup. Kita bisa eliminir input-input yang menjadi gangguan seperti terhasut, terprovokasi, buruk sangka, putus asa, dsb.
Sikap objektif merupakan sikap yang akan terjadi dari aspek ini.

Konsistensi.
Suatu tantangan dari sikap konsisten yaitu semua ibadah akan dikembalikan lagi pada kita, kecuali puasa, untuk Allah. Dalam hal ini kita diberikan momen untuk mengkalibrasi tingkat keyakinan kita. Bagi yang sudah mengikuti CL 2 (*www.cosmic-link.or.id*-red), tentu masih ingat bahwa keyakinan terkait dengan pengakuan absolutisme Allah (tidak bertanya dan tidak mempertanyakan). Dalam hal ini ada makna yaitu rambu-rambu kedalam diri untuk hening, fokus, objektif, untuk merasakan kekuasaan-Nya sambil terus menerus melakukan upaya kontrol diri.

Transformasi.
Bulan puasa merupakan bulan yang penuh ampunan dan anugerah. Tergantung secara personal siapa dan bagaimana menjalani puasa. Hal ini menyiratkan puasa adalah suatu proses yang personal dan individual, walaupun dilakukan secara masal.
Transformasi akan didapat oleh orang yang menjalani puasa baik lahir maupun bathin, hal ini bisa terlihat dengan isyarat diberikannya fasilitas malam Lailatul Qodar, yang setara dengan seribu bulan, artinya kualitas pikiran kita mengakses realita yang lebih abadi. Jadi jika dilihat secara menyeluruh, jika trasformasi terjadi, maka sikap mental puasa menjadi bermakna bagi siapapun secara lebih langgeng.

Salam buat semua

Aas R.

disunting dari http://group.yahoo.com/groups/cosmic-link

Merah Putih Berteriak

Posted in Sosialita on September 27, 2005 by boday

Merah Putih Berteriak, menggeliat bercucuran keringat, terseok-seok berjalan dengan tapak kaki semakin lama tergores luka disana-sini.

Merah Putih kembali berteriak harus memikul beban utang begitu banyak, harus bertahan dengan jerit kelaparan yang semakin memekakan telinga, harus bertahan dengan kesedihan menutup wajah teriakan demo disegala penjuru, harus menahan tetes airmata melihat antrian rakyat untuk mendapatkan setetes BBM dan beras.

Merah Putih semakin bermuram durja banyak rakyat merasa tidak mendapatkan keadilan, merah putih semakin gemetar untuk memikul kepedihan dan kepiluan rakyat jelata sementara diseberang sana beberapa segelintir orang hanya duduk bersila tanpa merasa berdosa telah menghisap darahnya.

Merah Putih kau harus kuat karena kau pengayom rakyatmu
Merah Putih kau harus berani karena merahmu adalah semangat rakyatmu
Merah Putih kau harus bangkit karena kau pemersatu bangsa

Gaungkan kembali suaramu “BHINEKA TUNGGAL IKA”
Gaungkan kembali “SUMPAH PEMUDA”

Mari bahu membahu bersama benahi bangsa ini..
Tak perlu saling tunjuk, tak perlu saling cerca, tak perlu saring curiga, tak perlus sari iri..
Mari benahi bangsa ini dengan benahi diri sendiri

Merah Putih Berteriak untuk bangkit….teriakan kebangkitan kita bersama…

Kemarin 100 Hari

Posted in Samudera Biru on August 31, 2005 by boday

100 Hari… Adikku
Ya.. telah 100 hari engkau meninggalkan semua yang disini …
Kecintaanmu yang begitu kuat, semangatmu yang selalu membara, tawamu yang selalu ceria, semua menjadi lukisan, engkau telah selesai melukis, lukisanmu begitu manis dan indah…

Kami yang ditinggalkan ini harus banyak belajar darimu, engkau banyak meninggalkan lukisan yang telah menyadarkan banyak orang akan kecintaanmu…

Kegigihanmu, Kecintaanmu, Belas kasihmu, Semangat perjuanganmu..
Tetes peluhmu masih melekat di meja kursi yang telah kau gores..
Spirit semangat juangmu masih menyatu di dinding rumah..
Keteduhanmu masih tumbuh di kembang-kembang yang telah kau tanam..
Suara merdu ngajimu masih mengiang di dinding mushola…
Ketaatanmu adalah lukisan yang tak khan pernah terhapus..

Karena kau memang masih ada ..

Kau bilang begitu rindu dengan Muhammad yang begitu kau cintai
Kau bilang begitu rindu dengan Allah yang selalu kau Agungkan
Allah begitu mencintaimu sehingga Dia tak sabar dengan memanggilmu

Adik semua yang disini selalu mendoakanmu
Semoga kau selalu damai dalam pelukanNya dengan Dia yang begitu kau cintai dan kau Agungkan…

*kupersembahkan untukmu adikku Lely Suhartanto*

Hening,teduhkan hati tuk melihat pancaran ilahi

Posted in Samudera Biru on August 23, 2005 by boday

Bangun pagi hari, duduk diserambi rumah sembari nunggu sava mau berangkat ke tempatnya bermain (playgroup). Menikmati udara bogor di pagi hari yang masih segar segelas teh manis hangat dan Novel Alkhemis karya Paulo Coelho menemanikku, tgl 16-19 aug 05 aku cuti dari segala aktifitas pekerjaan dikantor, berhela sejenak dari riuh pikuknya kemacetan jalan-jalan di kota jakarta yang selalu menjadi santapanku tiap hari pulang-pergi ke kantor.

me- refresh kembali novel Alkhemis ternyata dasyatnya tidak lagi kurasakan sedasyat pertama kali kubaca buku ini tapi nuansanya masih lumayan untuk mengisi dan meneduhkan hati dipagi hari. Dua burung pipit dan seekor kupu-kupu bermain berterbangan di pucuk-pucuk kembang yang di tanam istriku. Pucuk-pucuk kembang yang hijau segar gulir embun masih menetes, tanah yang separo basah karena habis disiram menambah suasana kesejukan. Sava berangkat bermain diantar istriku, cium pipi kiri kanan menambah kedamaian rasa hati, kegembiraan anak, senyuman istri, cium peluk dari orang yang kita sayang adalah suatu anugerah yang luar biasa.

Kucoba melepas semua kepenatan dari aktifitasku sehari-hari, kunikmati detik demi detik kebersamaan bersama anak istriku yang biasanya hanya kudapat pada akhir pekan. Suasana yang luar biasa, suasana kebahagiaan, kedamainan dalam kebersamaan, tertawa dan bercanda bersama terkadang teriring tangis dari sava, nuansa warna-warni yang membuat rumah jadi bersinar penuh keikhlasan dan kebahagiaan.

Terkadang kita terlalu sibuk dengan aktifitas pekerjaan sampai kita terlewat menikmati suasana indahnya sebuah keluarga. Pekerjaan hanyalah salah satu pilar dari kebutuhan rumah tangga, syukur akan suasana damai, bahagia dan kesejukan keluarga juga salah satu pilar.

Menjemput sava dari sekolahnya, dia begitu gembira aku jemput naik motor, dengan sigap dia naik motor dan minta bonceng di depan, aku tanya tadi di sekolah diajarin apa, sava yang baru 2.5 th itupun bercerita dengan antusiasnya, cerita diajarin nyanyi diajarin nari bercerita di sepanjang jalan perumahan komplek yasmin. Interaksi dengan anak baik tawa atau tangis adalah anugegrah sesuatu yang luar biasa yang diberikan kepada kita, munculah rasa cinta dan kasih. Peluk,cium, canda tawa dan tangis istri juga adalah sebuah anugerah yang patut kita syukuri, sebagai pasangan hidup tempat kita berkaca diri, tempat berbagi dan menumpahkah kasih sayang dan cinta kita.

Kita tidak hanya membutuhkan cinta dan kasih sayang, kita juga membutuhkan tempat curahan cinta dan kasih sayang, keluarga (anak dan istri) bisa memberikan kedua-duanya.

*hening,teduhkan hati tuk melihat pancaran ilahi*